Symbol Matematika

Symbol Matematika

Buku BSE Matematika SMP

Klik pada gambar ini untuk melihat Buku-buku BSE Matematika untuk SMP/MTS

Matematikawan

Klik pada gambar ini untuk melihat para Matemeikawan dan biografinya

Animasi Pembelajaran Matematika

Klik pada gambar ini untuk melihat Animasi Pembelajaran Matematika.

Soal Olympiade Matematika

Klik pada gambar ini untuk melihat Soal Olympiade Matematika

2016-03-02

Soal Pengayaan UN Matematika SMP

Soal Pengayaan UN Matematika SMP 2015, unduh di sini

2015-11-24

Buku BSE Matematika Kurikulum 2013

2012-08-06

Henry Briggs (1561 – 1630)


Masa Kecil
Tempat kelahiran Henry Briggs di Warley Wood, Halifax, Yorkshie, Inggris. Catatan kelahiran Briggs adalah tahun 1561, namun ada yang meperkirakan tahun 1556. Tidak banyak informasi tentang kedua orang tua Briggs, namun diperkirakan mereka berasal dari Norfolk, Blomefield. Disebutkan bahwa Richard Briggs, saudara kandung, Henry Briggs, menjadi kepala sekolah di Norfolk.  Henry kecil bersekolah di Warley Wood dimana dia fasih berbahasa Latin dan Yunani. Disusul masuk college St. John pada tahun 1577, menerima gelar B.A. pada tahun 1581 dan menerima gelar M.A. empat tahun sesudahnya. Tahun 1588, Briggs diangkat menjadi pengajar fisika di College St. John. Pada tahun yang sama Briggs juga menjadi penguji dan pengajkar matematika di universitas Cambridge.

Tahun 1596, Briggs menjadi profesor bidang geometri pertama di College Gresham, London yang baru berdiri. Mengabdikan dirinya menjadi pengajar di sini selama 23 tahun, dimana college ini menjadi cikal-bakal berdirinya Royal Society of London, pada kisaran 25 tahun setelah ditinggalkan oleh Briggs.


Bertandang ke John Napier
Briggs berteman dengan James Ussher yang dikenalnya pada tahun 1609. Ussher adalah profesor pada College Trinity di Dublin, sebelum diangkat menjadi uskup Armagh pada tahun 1625.  Dari surat antar keduanya, tersirat keinginan Briggs untuk mendalami astronomi dan mendalami elips. Topik yang banyak mengandung kalkukasi, sehingga begitu tertarik dengan karya [John] Napier tentang logaritma yang akan sangat membantu jika diaplikasikan dalam astronomi. Sebelumnya Briggs sudah menerbitkan Tabel untuk menentukan ketinggian kutub dengan daya magnetik tertentu (A Table to find the Height of the Pole, the Magnetic Declination) pada tahun 1602 disusul dengan Tabel-tabel  untuk membantu navigasi (Tables for the Improvement of Navigation) pada tahun 1610. 

Briggs membaca karya Napier, untuk pertama kalinya, pada tahun 1614 dalam bahasa latin, sebelum melakukan kunjungan ke Edinburgh, puri tempat tinggal Napier pada tahun 1615.  Perjalanan lewat darat yang sangat jauh karena harus ditempuh dengan kareta kuda selama 4 hari. Pertemuan mereka berdua diawali dengan saling memuji kebehatan lainnya, sebelum terlibat dengan diskusi khusyuk. Dalam pertemuan ini Briggs mengusulkan agar logaritma menggunakan dasar 10 (seperti yang digunakan sekarang) dan Briggs akan menyusun tabelnya. Usulan itu ditanggapi oleh Napier bahwa karena kesehatan yang buruk tidak memungkinkan maka hal itu belum dikerjakan. Pertemuan ini berlangsung beberapa bulan sebelum Briggs pulang dan menyusun tabel yang dijanjikannya.
Setahun kemudian, Briggs datang bertandang dan kembali melakukan diskusi. Tidak lama, tahun 1617, Briggs menerbitkan karya tentang logaritma yang berjudul Logarithmorum Chilias Prima, di London. Namun pada tahun itu pula Napier meninggal. Nama dan sumbangsih Napier disebutkan dalam kata pengantar pada buku tersebut.
Tabel logaritma
Briggs menerbitkan karyanya dalam Arithmetica Logarithmica pada tahun 1624, dimana dalam buku ini disajikan logaritma bilangan asli dari 1 sampai 20.000 dan 90.000 sampai 100.000 dengan 14 angka di belakang koma. Terdapat pula fungsi-fungsi Sin dengan 15 angka di belakang koma, fungsi-fungsi Tg dan Sec dengan 10 angka di bekalang koma. Briggs menyarankan bahwa angka-angka yang tidak terdapat dapat dihitung dengan bantuan sekelompok orang dan menawarkan kertas yang dicetak khusus untuk maksud tersebut. Tabel – tabel lengkap dicetak di Gouda di Belanda. Poada tahun 1628, Vlacq menambahkan logaritma bilangan asli untuk 20.000 sampai dengan 90.000.  Sebelum meninggal Briggs, menyerahkan proyek ini ini kepada Gellibrand yang ketika itu adalah profesor astronomi di Gresham College dan sangat tertarik dengan aplikasi logaritma bagi trigonometri. Ketertarikan ini diungkapkan dengan menyisipkan aaplikasi logaritma untuk trigonometri bidang maupun trigonometri ruang.
Peninggalan Briggs
Disebutkan bahwa pada jaman itu, Inggris tidak terlalu memperhatikan geometri. Tahun 1619, Briggs mengajar di Oxford atas ajakan temannya, dan mulai mengenalkan geometri Euclid dengan mengajarkan 6 buku pertama Euclid. Kelak [isaac] Barrow, yang lahir pada waktu Briggs meninggal akan menduduki jabatan  profesor geometri pada Gresham College pada tahun 1662.
SumbangsihPenemuan logaritma tidak akan se-spektakuler seperti sekarang, tanpa kiprah Henry Briggs. Logaritma yang sekarang dipelajari disebut dengan sistem Briggian karena menganut sistem yang dicetuskannya. Pengenalan logaritma untuk aplikasi astronomi diawali oleh kiprak Briggs. Tidak dapat dilupakan Briggs juga berperan mengenalkan geometri di Inggris.


sumber : http://www.mate-mati-kaku.com/matematikawan/brigg.html
 
   



.

2012-08-03

John Napier (1550 - 1617)


Riwayat
Logaritma tidak akan pernah dikenal tanpa mengetahui satu nama, John Napier. Anak Sir Archibald Napier dari istri pertama, Janet Bothwell, lahir di puri Merchiston, dekat Edinburgh, Skotlandia.
Ketika umur 14 tahun, Napier dikirim ke universitas St. Andrews untuk belajar theologi. Setelah berkelana ke mancanegara, Napier pulang ke kampung halaman pada tahun 1571 dan menikah dengan Elizabeth Stirling dan mempunyai dua orang anak. Tahun 1579, istrinya meninggal dan menikah lagi dengan Agnes Chisholm. Perkawinan kedua ini memberinya sepuluh orang anak. Anak kedua dari istri kedua, Robert, kelak menjadi penterjemah karya-karya ayahnya. Sir Archibald meninggal pada tahun 1608 dan John Napier menggantikannya, tinggal di puri Merchiston sepanjang hayatnya.

Pertemuan tidak sengaja
Napier bukanlah matematikawan profesional. Berkewarganegaan Skotlandia, dia adalah seorang Baron yang tinggal di Murchiston dan memiliki banyak tanah namun juga mempunyai hobi menulis berbagai topik yang menarik hatinya. Dia hanya tertarik meneliti salah satu aspek dalam matematika, teristimewa yang berhubungan dengan perhitungan dan trigonometri. Istilah “kerangka Napier” (Napier frame) menunjuk kepada tabel-tabel perkalian dan “Analogi Napier” dan “Hukum bagian-bagian lingkaran Napier” adalah alat bantu untuk mengingat dalam kaitannya dengan trigonometri lingkaran. Napier mengatakan bahwa penelitian dan penemuannya tentang logaritma terjadi dua-belas tahun silam sebelum dipublikasikan. Pernyataan ini menunjuk bahwa ide dasarnya terjadi pada tahun 1594. Meskipun ditemukan oleh Napier akan tetapi ada peran pendahulunya. Stifel menulis Arithmetica integra pada 50 tahun silam dengan pedoman karya-karya Archimedes. Angka dengan pangkat dua adalah dasarnya, meski tidak dapat digunakan untuk tujuan penghitungan karena ada selisih yang terlalu besar dan cara interpolasi tidak memberikan hasil secara akurat.
Pengaruh pemikiran Dr. John Craig tidak dapat dikesampingkan, mempengaruhi John Napier. Pertemuan tidak sengaja terjadi ini, terjadi saat rombongan Craig dalam perjalanan menuju Denmark dengan menggunakan kapal, terjadi badai besar sehingga membuat rombongan ini berhenti tidak jauh dari observatorium Tycho Brahe, tidak jauh dari tempat Napier. Sambil menunggu badai reda, mereka berdiskusi tentang cara-cara penghitungan yang digunakan dalam observatorium. Diskusi ini membuat Napier lebih termotivasi sehingga pada tahun 1614 diterbitkan buku Gambaran tentang aturan dalam logaritma (A Description of the Marvelous Rule of Logaritms).

Logaritma
Awal penemuan Napier tentang sebenarnya sangat sederhana. Menggunakan progresi geometrik dan integral secara bersamaan. Ambillah sebuah bilangan tertentu yang mendekati angka 1. Napier menggunakan 1 – 107 (atau 0,9999999) sebagai bilangan. Sekarang, istilah progresi dari pangkat yang terus meningkat sampai akhirnya hasilnya mendekati – sangat sedikit selisihnya. Untuk mencapai “keseimbangan” dan menghindari terjadi (bilangan) desimal dikalikan dengan 107.
N = 107(1 – 1/107)L, dimana L adalah logaritma Napier sehingga logaritma dari 107 sama dengan nol, yaitu: 107 (1-1/107) = 0,9999999 adalah 1 dan seterusnya. Apabila bilangan tersebut dan logaritma dibagi 107, akan ditemukan - secara virtual – sistem logaritma sebagai basis 1/e, untuk (1-1/107)107 mendekati
Lim n→∞ (1 – 1/n)n = 1/e.
Perlu diingat bahwa Napier tidak mempunyai konsep logaritma sebagai dasar, seperti yang kita ketahui sekarang. Prinsip-prinsip kerja Napier akan lebih jelas dengan menggunakan konsep geometri di bawah ini.


A                    P         B                    



C                                 D             Q                      E

Garis AB adalah setengah dari garis CE. Bayangkan titik P berangkat dari titik A, berjalan menyusur garis AB dengan kecepatan semakin menurun dengan proporsi sebanding dengan jaraknya dari titik B; pada saat bersamaan titik Q bergerak dari garis CE… dengan kecepatan bergerak sama seperti titik P. Napier menyebut variabel jarak CQ adalah logaritma dari jarak PB adalah difinisi geometrik Napier. Misal: PB = x dan CQ = y. Apabila AB dianggap 107, dan jika kecepatan bergeraknya P juga 107, maka dalam notasi kalkulus modern didapat dx/dt = -x dan dy/dt = 107, x0 = 107, y0 = 0. Jadi dy/dx = - 107/x, atau y = -107 ln cx, dimana c adalah inisial kondisi untuk menjadi 10-7. Hasil, y = -107 ln (x/107) atau y/107 = log 1/e(x/107).

Sifat eksentrik
Meskipun Napier memberi sumbangsih besar dalam bidang matematika, tetapi minat terbesar Napier justru bidang agama. Dia seorang pemeluk Protestan kuat yang menuliskan pandangannya dalam buku Penjelasan tentang penemuan dari kebangkitan Santo Johanes (A Plaine Discovery of the whole Revelation of Saint John (1593), yang dengan sengit menyerang gereja Katholik dan mencerca Raja orang Skotlandia, James VI (kelak menjadi James I, raja Inggis) dengan menyebutnya seorang atheis.

Bidang lain yang menjadi minat Napier, seorang tuan tanah, adalah mengelola tanah pertanian. Untuk meningkatkan kesuburan tanah, Napier mencoba memberi pupuk berupa garam. Tahun 1579, Napier menemukan pompa hidraulik untuk menaikkan air dari dalam sumur. Dalam bidang militer, Napier berencana membuat cermin raksasa guna melindungi Inggris dari serbuan angkatan laut Raja Philip II dari Spanyol. Kedua penemuan Napier ini tidak berbeda dengan penemuan Archimedes.
Ada anekdot, bahwa sebagai seorang tuan tanah, Napier sering berseteru dengan para penyewa (tanah) dan tetangganya. Suatu peristiwa, Napier merasa terganggu oleh burung merpati tetangga yang dirasanya sudah keterlaluan. Ancaman bahwa merpati akan ditangkapi tidak ditanggapi tetaangganya, karena merasa yakin bahwa Napier tidak mungkin menangkapi semua merpati. Esok harinya, tetangga itu kaget menjumpai semua merpatinya menggelepar – belum mati – terpuruk di depan rumah. Rupanya Napier telah memberi makan jagung yang terlebih dahulu sudah direndam dengan anggur.

Jasa Terakhir
Begitu buku pertama diterbitkan, antusiasme matematikawan merebak sehingga banyak dari mereka berkunjung ke Edinburgh. Salah satu tamu adalah Henry Briggs (1516 – 1631), dimana pada saat pertemuan itu Briggs memberitahu Napier tentang modifikasi yang dilakukan. Mengubah basis logaritma menjadi 1, bukan 107, hasilnya adalah nol dan menggunakan basis 10 (desimal). Akhirnya ditemukan log 10 = 1 = 10ยบ.
Napier meninggal di purinya pada tanggal 3 April 1617, dan dimakamkan di gereja St. Cuthbert, Edinburgh. Dua tahun kemudian, 1619, terbit buku Konstruksi dari keindahan logaritma (Construction of the wonderful logarithms), yang disusun oleh Robert, anak.

Sumbangsih
Menemukan konsep dasar logaritma, sebelum terus dikembangkan oleh matematikawan lain – terutama Henry Briggs - sehingga dapat memberi manfaat. Penemuan ini membawa perubahan besar dalam matematika. Johannes Kepler terbantu, karena dengan logaritma, mampu meningkatkan kemampuan hitung bagi para astronomer. “Kesaktian” logaritma ini kemudian disebut oleh [Florian] Cajori sebagai salah satu dari tiga penemuan penting bagi matematika (dua lainnya adalah notasi angka Arab dan pecahan berbasis sepuluh/desimal).


sumber : http://www.mate-mati-kaku.com/matematikawan/johnNapier.html



.